Friday, July 10, 2015

HALAL BI HALAL atau HARAM BI HARAM ..???






Ngomong ngmong udah mau lebaran aja nih. nggak terasi eh nggak terasa sudah tanggal 23 Ramadhan. rasanya baru kemarin kita menyambut bulan yang penuh berkah ini dengan meriah dan penuh sukacita, dan kini kita segera meninggalkan Ramadhan ini. Merasa sedih atau senangkah kita segera meninggalkan bulan ini.? Senang karena mau lebaran atau karena baju barunya atau karena petasannya.? Seharusnya kita sedih karena bulan yang penuh keberkahan, bulan yang penuh ampunan ini akan segera beranjak. Belum tentu kita bisa berjumpa dengan bulan paling special ini di tahun depan. Apapun perasaan kita sedih ataupun senang harus tetap semangaat beribadah, mencari ridlo Allah. Mumpung masih ada beberapa hari lagi nih di bulan suci ini kita pol-polkan ibadah kita.
Membahas tentang lebaran, mungkin hal yang terlintas dibenak kita seperti ada ketupat, reuni, silaturahim, baju baru, mudik, macet, petasan, makan-makan dan masih banyak lagi. Tapi da yang lebih penting nih, biasanya kalau selesai sholat ied kita muter-muter kampung tuh buat ketemu sama tetangga-tetangga kita, kita salaman dan saling maaf-maafan. Tak lupa juga mencicipi makanan yang dihidangkan sang tuan rumah, kenyang rasanya selepas keliling kampung. ^_^ :D

Halal bihalal adalah sebuah tradisi yang ada di Indonesia yang esensinya adalah bersilaturahim dan saling bermaafan, khususnya antara sesame muslim. Yang sebenarnya mempunyai nilai positif dimana orang-orang saling bermaafan,berusaha berbuat baik kepada sesama dan berkumpul dengan keluarga. Tetapi saling bermaafan tidak hanya dilakukan dengan berjabat tangan, kalau yang mahram atau yang sesama jenis sih nggak apa apa yaa. Tapi kalau udah sama yang bukan mahram esensi halal bihalalnya jadi berubah, ngga sekedar maaf-maafan lagi, bisa jadi buat ladang modus.
 “Lumayan bisa salaman sama si A, tangannya halus banget bro. tadi gue sengaja lama-lamain salamannya, dapat bonus plus-plus pokoknya”
Itu kalau sekedar salaman aja ya, bahkan yang ekstrimnya lagi ada yang sampai cipika-cipiki. Wah bahaya banget tuh, itu mau minta maaf atau nafsu.? Dari yang awalnya halal dan baik, kini malah jadi haram karena itu tadi. Jadi namanya juga harus berubah juga tuh, jangan halal bi halal tapi Haram Biharam. Entahlah apapun itu namanya. Yang jelas bersalaman(saling menyentuh) dengan orang yang bukan mahram tetap dilarang. Terus kita harus gimana dong.? Perhatikan hadits di bawah ini dulu ya.
Daripada Ma’qil B. Yasar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

لأن يطعن في رأس رجل بمخيط من حديد خير من أن يمس امرأة لا تحل له

Terjemahan: Sekiranya kepala salah seorang daripada kamu ditusuk dengan jarum besi, itu adalah lebih baik bagi kamu daripada kamu menyentuh wanita yang tidak halal bagi kamu. (Hadis Riwayat ath-Thabrani, Mu’jam al-Kabir, 20/211-212, no. 486 & 487)


Daripada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَايِعُ النِّسَاءَ بِالْكَلَامِ بِهَذِهِ الْآيَةِ { لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا } قَالَتْ وَمَا مَسَّتْ يَدُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ إِلَّا امْرَأَةً يَمْلِكُهَا

Terjemahan: Bahawasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berbai’at dengan kaum wanita secara lisan (tanpa bersalaman) untuk ayat “Janganlah kamu mensyirikkan Allah dengan segala sesuatu”. Dan tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak pernah menyentuh tangan wanita melainkan wanita yang dimilikinya. (Hadis Riwayat al-Bukhari, Shohih al-Bukhari, 22/160, no. 6674)

Nah ngeri bukan, lebih baik ditusuk jarum besi daripada menyentuh wanita yang tidak halal bagi kita. Nah iya solusinya gimana dong.? Ya kita cukup menungkupkan kedua tangan kita di depan dada saja ketika kita ingin bersalaman. Terus kalau kita dikira sombong gimana dong bro.? nah itu yang jadi masalah,, kita jelasin aja sambil tersenyum selebar-lebarnya. Sudah senyum lebar, senyum ciptadent gini masih dikatain sombong juga, hemmm kebangetan. Senyumin ajalah hehehe


Hal di atas mungkin yang terjadi ketika yang batil dikatakan baik dan yang haq justru dipandang aneh, semoga hal di atas dapat menjadi bahan peringatan dan renungan untuk kita semua tentang pentingnya menjaga batas-batas hubungan antara laki-laki dan perempuan. Islam itu memang Indah, mengalahkan indahnya pelangi.
Gambar dari Google

No comments:

Post a Comment