Apa sih yang kamu pikirkan
pertama kali ketika kamu mendengar kata “Rohis”? atau jangan-jangan belum
pernah dengar sebelumnya ya. Sini saya kasih bocoran sedikit, jadi rohis itu
singkatan dari kata kerohanian islam. Bagaimana udah inget belum? Bagi orang
yang sudah pernah mendengar kata rohis, kebanyakan dari mereka mengidentikan
rohis itu dengan suatu kelompok atau organisasi di sekolah maupun di kampus
yang kegiatannya hanya di masjid, baca quran, pengajian, orangnya cupu-cupu,
enggak gaul, dan bahkan ada yang nge-Cap sarang teroris. Busyet serem amat,
Enggak seperti itu juga kali. Nah, disini saya akan menjelaskan apa itu rohis
dan saya juga akan menceritakan pengalaman saya selama mengenal rohis.
*****
Berawal ketika saya bertanya
kepada seorang anak mantan aktivis rohis di SMK dan sekarang memilih untuk
tidak melanjutkan aktivitasnya di rohis ketika melanjutkan ke perguruan tinggi.
Ketika saya Tanya perbedaan rohis di sekolah dan di kampus, dia menyampaikan
bahwa ketika di rohis SMK di sana tidak ada pembatasan antara putra dan putri
dan yang putri masih terbiasa memakai celana bukan rok (tidak semua seperti
ini, saya ambil contoh yan ini). Sedangkan rohis di kampus menurut dia terlalu
ekstrim karena rapat saja harus dipisah pakai tirai dan yang putri jilbabnya
gede-gede, “pokoknya eksklusive banget dan rohis di kampus ilmunya udah tinggi,
kita jadi agak minder kalau mau gabung sama mereka kak. Soalnya aku masih pakai
celana sedangkan ukhti-ukhti yang di sana pada tertutup banget kak” itulah beberapa
pernyataan yang saya dapati ketika saya mengetes wawancara calon panitia
Program Pengenalan Akademik (PPA) Fakultas.
Menanggapi kasus di atas, sebenarnya
rohis tidak se-ekstrim itu kok. Memang ada pembatasan hubungan antara putra dan
putri karena itu memang sudah semestinya dilakukan jika kita menjalankan
kehidupan ini sesuai dengan syariat islam. Kehidupan antara laki-laki dan
perempuan itu terpisah kecuali 3 hal yaitu dalam pendidikan, ekonomi, dan
kesehatan. Tapi jangan dibuat susah ya sob, kita masih bisa berinteraksi kok
sama lawan jenis. Buktinya kita masih bisa saling koordinasi saat mengadakan
acara yang cukup besar dan Alhamdulillah lancar. Pembatasan di sini yaitu yang
pertama tidak melakukan interaksi baik itu langsung ataupun menggunakan media
(telepon, sms, chat, FB) melebihi jam malam yang sudah ditetukan ( red: pukul
20.00). yang kedua tidak berdua-duan (khalwat) dengan lawan jenis, jika ingin
membahas sesuatu dengan seseorang yang bukan makhromnya maka harus ditemani
minimal oleh satu orang temannya. Yang ketiga, kita harus menjaga pandangan
kita ya sob jangan sampai lirik sana sini nanti kalau ada setan yang lewat
bakalan kesetrum lhoo. Sementara ini dulu yak, jadi kalau kita melakukannya
sesuai dengan syariat maka tidak akan memberatkan bukan?
Anak rohis di kampus itu sudah
tinggi ilmunya dan sholih sholiha? Kata siapa? Enggak kok, masih banyak kok
mahasiswa yang di luar rohis tapi ilmunya jauh lebih tinggi dan jauh lebih
sholih. Tetapi, di rohis adalah tempat orang-orang yang mempunyai semangat
dalam mempelajari dan membagikannya kepada orang lain, tempat orang-orang yang
berusaha menjadi orang yang sholih sholiha. Di rohis adalah tempat yang cocok
buat kita untuk memperbaiki diri karena di sini kita akan lebih sering berjumpa
dengan orang-orang yang mempunyai visi yang sama yaitu sama-sama ingin
memperbaiki diri dan berusaha untuk lebih dekat dengan Allah azza wa jalla.
Jadi nggak usah minder ya sob untuk sekedar duduk-duduk bareng sama kita yang anak
rohis ini, kita malah sangat senang mendapat keluarga baru lhoo sob.
“Tapi aku belum siap kak kalau harus
kayak mereka”
“terus siapnya kapan dek? Mati
juga ngga nunggu kita siap dulu lhoo”
“………………..” (hening seketika)
Santai saja kita nggak bakal
nuntut temen-temen harus seperti ini dan seperti itu kok, semua perubahan itu
kan butuh proses. Iya ngga sob? Kalau sudah paham insyaa Allah akan berubah
sesuai kehendak dirinya tanpa harus disuruh lagi. Kuncinya adalah berani
memulai, karena hidayah itu harus dijemput. Bagaimana sob, siap menjadi bagian
dari perubahan-perubahan kecil yang akan kamu ciptakan.? Menjadi insan
pembangun peradaban? Kami tunggu di keluarga kecil kami.
Semarang, 18 Agustus 2016
Aji Prayoga
Ketua EKSIS FE UNNES
No comments:
Post a Comment