Friday, August 19, 2016

Rohis itu...



Apa sih yang kamu pikirkan pertama kali ketika kamu mendengar kata “Rohis”? atau jangan-jangan belum pernah dengar sebelumnya ya. Sini saya kasih bocoran sedikit, jadi rohis itu singkatan dari kata kerohanian islam. Bagaimana udah inget belum? Bagi orang yang sudah pernah mendengar kata rohis, kebanyakan dari mereka mengidentikan rohis itu dengan suatu kelompok atau organisasi di sekolah maupun di kampus yang kegiatannya hanya di masjid, baca quran, pengajian, orangnya cupu-cupu, enggak gaul, dan bahkan ada yang nge-Cap sarang teroris. Busyet serem amat, Enggak seperti itu juga kali. Nah, disini saya akan menjelaskan apa itu rohis dan saya juga akan menceritakan pengalaman saya selama mengenal rohis.
*****
Berawal ketika saya bertanya kepada seorang anak mantan aktivis rohis di SMK dan sekarang memilih untuk tidak melanjutkan aktivitasnya di rohis ketika melanjutkan ke perguruan tinggi. Ketika saya Tanya perbedaan rohis di sekolah dan di kampus, dia menyampaikan bahwa ketika di rohis SMK di sana tidak ada pembatasan antara putra dan putri dan yang putri masih terbiasa memakai celana bukan rok (tidak semua seperti ini, saya ambil contoh yan ini). Sedangkan rohis di kampus menurut dia terlalu ekstrim karena rapat saja harus dipisah pakai tirai dan yang putri jilbabnya gede-gede, “pokoknya eksklusive banget dan rohis di kampus ilmunya udah tinggi, kita jadi agak minder kalau mau gabung sama mereka kak. Soalnya aku masih pakai celana sedangkan ukhti-ukhti yang di sana pada tertutup banget kak” itulah beberapa pernyataan yang saya dapati ketika saya mengetes wawancara calon panitia Program Pengenalan Akademik (PPA) Fakultas.
Menanggapi kasus di atas, sebenarnya rohis tidak se-ekstrim itu kok. Memang ada pembatasan hubungan antara putra dan putri karena itu memang sudah semestinya dilakukan jika kita menjalankan kehidupan ini sesuai dengan syariat islam. Kehidupan antara laki-laki dan perempuan itu terpisah kecuali 3 hal yaitu dalam pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Tapi jangan dibuat susah ya sob, kita masih bisa berinteraksi kok sama lawan jenis. Buktinya kita masih bisa saling koordinasi saat mengadakan acara yang cukup besar dan Alhamdulillah lancar. Pembatasan di sini yaitu yang pertama tidak melakukan interaksi baik itu langsung ataupun menggunakan media (telepon, sms, chat, FB) melebihi jam malam yang sudah ditetukan ( red: pukul 20.00). yang kedua tidak berdua-duan (khalwat) dengan lawan jenis, jika ingin membahas sesuatu dengan seseorang yang bukan makhromnya maka harus ditemani minimal oleh satu orang temannya. Yang ketiga, kita harus menjaga pandangan kita ya sob jangan sampai lirik sana sini nanti kalau ada setan yang lewat bakalan kesetrum lhoo. Sementara ini dulu yak, jadi kalau kita melakukannya sesuai dengan syariat maka tidak akan memberatkan bukan?
Anak rohis di kampus itu sudah tinggi ilmunya dan sholih sholiha? Kata siapa? Enggak kok, masih banyak kok mahasiswa yang di luar rohis tapi ilmunya jauh lebih tinggi dan jauh lebih sholih. Tetapi, di rohis adalah tempat orang-orang yang mempunyai semangat dalam mempelajari dan membagikannya kepada orang lain, tempat orang-orang yang berusaha menjadi orang yang sholih sholiha. Di rohis adalah tempat yang cocok buat kita untuk memperbaiki diri karena di sini kita akan lebih sering berjumpa dengan orang-orang yang mempunyai visi yang sama yaitu sama-sama ingin memperbaiki diri dan berusaha untuk lebih dekat dengan Allah azza wa jalla. Jadi nggak usah minder ya sob untuk sekedar duduk-duduk bareng sama kita yang anak rohis ini, kita malah sangat senang mendapat keluarga baru lhoo sob.

“Tapi aku belum siap kak kalau harus kayak mereka”
“terus siapnya kapan dek? Mati juga ngga nunggu kita siap dulu lhoo”
“………………..” (hening seketika)

Santai saja kita nggak bakal nuntut temen-temen harus seperti ini dan seperti itu kok, semua perubahan itu kan butuh proses. Iya ngga sob? Kalau sudah paham insyaa Allah akan berubah sesuai kehendak dirinya tanpa harus disuruh lagi. Kuncinya adalah berani memulai, karena hidayah itu harus dijemput. Bagaimana sob, siap menjadi bagian dari perubahan-perubahan kecil yang akan kamu ciptakan.? Menjadi insan pembangun peradaban? Kami tunggu di keluarga kecil kami.

Semarang, 18 Agustus 2016
Aji Prayoga
Ketua EKSIS FE UNNES

Saturday, May 21, 2016

Hijrah Produk





Di era globalisasi seperti sekarang ini banyak sekali produk-produk yang kita nikmati dalam kehidupan sehari-hari merupakan produk import ataupun produk perusahaan asing yang ada di dalam negeri. Di tengah-tengah serbuan produk asing seperti ini, membuat kita semakin sulit mencari produk lokal. Dan ini pun diamini dengan maraknya minimarket maupun supermarket yang juga milik asing. Sudah dipastikan laba yang didapat dari konsumen Indonesia lari ke luar negeri, dan bagaimana dengan produk lokal? Produk lokal mudah sekali tersingkirkan dari pasar. Padahal jika kita lebih mencintai produk local, kita dapat membantu mensejahterakan masyarakat kita sendiri. Karena semua keuntungan yang didapatkan sudah dapat dipastikan berputar di dalam negeri.
Kembali ke produk dari perusahaan asing yang sering kita jumpai mulai dari air minum kemasan, peralatan mandi dan mencuci, makanan, hingga alat-alat elektronik. Dari perusahaan tersebut sebagian besar kepemilikan sahamnya adalah pihak asing. Sebagai muslim kita juga harus cermat memilih produk-produk yang halal dan thoyyib. Selain itu kita juga harus waspada dengan perusahaan yang tidak berafiliasi dengan Islam. Bahkan perusahaan inilah yang masih sangat sulit untuk kita hindari produknya. Contohnya Uniliver, Danone, Coca Cola, Nestle, Starbuck, Mc Donald, dan masih banyak lagi. Bayangkan saja dari sekian banyak produk yang telah kita pakai, tahukah kemana arus perputaran uang dari perusahaan tersebut.? Dari sedikit yang saya sebutkan diatas merupakan produk-produk Amerika dan Yahudi yang tidak berafiliasi dengan ummat islam. Bisa saja dana dari keuntungannya digunakan untuk membiayai proyek besar misionaris, bahkan ada dana yang cukup besar yang digunakan untuk membiayai perang membantai saudara kita yang ada di Bumi Syam( Palestina, Suriah, Yaman, Yordania). Dan tanpa kita sadari kita telah berkontribusi membantu lawan-lawan islam untuk memerangi ummat islam sendiri. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Zionis Israel dibantu Amerika bertahun-tahun secara biadab memerangi Palestina, negerinya para nabi, negeri dimana terdapat Al Aqsha yang merupakan masjid ke-tiga yang yang diutamakan untuk dikunjungi ummat Islam di dunia. Tapi apa, Al Aqsha sekarang sudah dikuasai oleh Zionis Israel. Lantas bagaimana perasaan kita sebagai muslim?
Seharusnya kita marah melihat tempat suci ummat muslim dijajah. Minimal hati kita terketuk melihat saudara muslim kita menderita di buminya para nabi itu, dan setidaknya kita selalu menyelipkan nama mereka di setiap doa kita. Lantas setelah itu sebaiknya hal yang kita lakukan sebisa mungkin untuk sedikit demi sedikit menghindari produk-produk mereka, jangan sampai peluru-peluru yang menembus kepala bayi palestina dan rudal-rudal yang menghancurkan tempat ibadah merupakan hasil dari sumbangan kita. Bayangkan saja satu produk yang kita beli dapat menghilangkan satu nyawa bayi palestina yang tidak berdosa.
Bismillah, yuk mulai sekarang kita hijrah produk. Banyak kok produk-produk yang dapat kita gunakan sehari-hari yang sudah jelas kehalalannya dan yang pasti tidak memusuhi Islam. Muslim yang hebat itu dapat meminimalisir keburukan dan kemudharatan yang ada di sekeliling kita. Memang tidak mudah untuk meninggalkan apa yang sudah menjadi kebiasaan kita, namun bukan sesuatu yang tidak mungkin jika Allah memang sudah berkehendak. Umar bin Khatab dan Khalid bin Walid dua orang yang sangat memusuhi islam pun akhirnya luluh hatinya dan berbalik mati-matian membela kehormatan Islam. Jadi mau tunggu apalagi, mari kita bersama-sama selamatkan saudara muslim kita dengan meninggalkan produk-produk yang tidak berafiliasi dengan islam dan kita pakai produk saudara muslim kita untuk meningkatkan dan menguatkan kondisi ekonomi mereka. YUK pakai produk islam dan gapai ridho Illahi.

Semarang, 21 Mei 2016

Thursday, May 19, 2016

Semarak Family Day "Ini Ukhuwah Kita"



Hai Sobat Eksis, saatnya kita kenal lebih dekat dengan Eksis yang katanya kece abis ini. Rugi lhoo kalau kamu nggak kenal sama Eksis dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh BSO yang satu ini. Eksis merupakan Badan Semi Otonom (BSO) yang berada di Fakultas Ekonomi yang bertujuan untuk mensyiarkan agama Islam di kalangan civitas akademika Fakultas Ekonomi Unnes. Bagaimana, jadi sekarang sudah kenal ya sama Eksis?. Jadi eksis itu adalah ssuatu lembaga yang sering diidentikann dengan kajian-kajian keislaman, mengaji Al Quran, Masjid dan segala sesuatu yang berkaitan dengan agama. Tapi jangan salah, kegiatan eksis nggak hanya sampai di situ sob.

Sabtu pagi tanggal 19 maret 2016 yang lalu, ada sesuatu yang beda lho sob, terlihat wajah yang berseri-seri dari 72 punggawa Eksis 1437H sambil menikmati udara sejuk pagi hari di area wall climbing Unnes. Pagi itu Eksis sedang melaksanakan kegiatan Family Day untuk para punggawa barunya yang telah secara resmi dilantik dua minggu sebelumnya. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk saling ta’arufan antar fungionaris Eksis sebagai sebuah keluarga baru.

Family Day ini dimulai pukul 7.30 diawali dengan pembacaan Al Quran dan Taujih yang disampaikan oleh ketua Eksis, Aji Prayoga. Perlu diketahui sob, di setiap acara eksis memang sudah lazim diawali dengan Tilawah (membaca Al Quran) untuk menambah keberkahan dan mencari ridho Allah atas acara yang sedang berlangsung. Setelah dibuka tilawah dan taujih, acara dilanjutkan dengan ngegames bareng dan masak-masak. Tapi ada yang unik nih sob, acara ini dipisah anatara laki-laki dan perempuan agar tidak terjadi ikhtilat (bercampur baur), kan bahaya sob kalau sampai kesetrum. Uniknya disaat para perempuan seru-seruan ngegames, disini laki-lakinya kebagian tugas untuk memasak. Masakin buat ibu-ibu yang lagi ngegames. Dengan pertukaran ini bukan bermaksud memutar balikkan kodrat laki-laki dan perempuan tetapi tujuannya adalah agar acara family day ini memberikan kesan yang berbeda. Bagaimana sob yang laki-laki atau yang sering kita sebut dengan ikhwan kece ini, udah memenuhi kriteria suami idaman belum? Ups.
 
Setelah sesi masak-masak dan ngegames selesai, acara dilanjutkan dengan sharing dan makan bersama ala pesantren, yaitu dibuat lingkaran besar kemudian ada 4 tampah berisi nasi plus lauknya yang muter. Serangkaian acara family day ditutup dengan sholat dhuhur berjamaah. Harapannya setelah acara ini akan terjalin ukhuwah antar fungsionaris Eksis FE Unnes, sehingga Eksis menjadi keluarga yang solid dan kompak dalam menjalankan amanah dakwah di fakultas ekonomi tercinta, karena dakwah bukan hanya tugas pak Kiyai. Dan kebaikan harus diorganisir agar kebaikan itu tidak kalah dengan keburukan yang mungkin lebih terorganisir. Semoga ukhuwah ini akan terjalin hingga Allah yang akan memisahkan, Allah yang menyatukan kita dengan akidah yang sama sehingga terjalin lah ukhuwah islamiyah dan Allah pun yang akan memisahkan kita pula dengan segala kekuasaan-Nya. Semoga kita akan dipertemukan kembali di Jannah-Nya. Ukhuwah itu indah sob, melebihi indahnya pelangi.(Aji Prayoga)



Semarang, 6 April 2016

Friday, October 2, 2015

“SOPO SING JUJUR,AJUR” BENARKAH DEMIKIAN?





Setelah sekian lama terjerembab oleh kesibukan yang lumayan menyita waktu di kampus. Akhirnya sekarang bisa menyempatkan sedikit waktu saya untuk berbagi  cerita ataupun sedikit pengetahuan yang saya miliki. Untuk kali ini saya ingin mencoba sedikit mengulas tentang salah satu slogan jawa “Sopo sing Jujur,Ajur” yang mempunyai makna bahwa barang siapa yang Jujur akan semakin hancur. Untuk membahas slogan tersebut, terlebih dahulu akan saya sampaikan tentang kejujuran terlebih dahulu.

Mengangkat topic tentang Kejujuran merupakan pembicaraan yang mahal, Kejujuran tak ubahnya ibarat barang langka, namun banyak orang yang mencarinya. Terasa susah mencari orang jujur atau yang bisa dipercaya, bahkan tak jarang orang kepercayaan kita pun bisa menjadi musuh dalam selimut. Di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, kejujuran merupakan modal yang paling mendasar. Keakuratan dalam memberikan informasi, berita, data, fakta atau memberikan kesaksian, pengiklanan, jual beli dan sebagainya semua tergantung kepada factor kejujuran. Contoh kecil saja ketika kita menggunakan foto editan pada profil Facebook atau medsos lainnya dengan tujuan untuk menjadikan foto tersebut terlihat lebih cantik atau lebih keren dari yang aslinya untuk menarik lawan jenis. Banyak kasus seperti itu yang telah terjadi yang membuat orang lain kecewa bahkan sampai menyebabkan terjadinya penipuan, penculikan hingga pelecehan seksual.

Banyak motif yang menyebabkan orang tidak mengindahkan kejujuran yang suci ini. Demi mengejar persaingan posisi/jabatan, persaingan bisnis, persaingan dalam kompetisi olahraga, dan dalam dunia pendidikan pun tak jarang dapat melupakan prinsip kejujuran. Apabila dalam dunia pendidikan saja sudah terlepas dari prinsip-prinsip kejujuran, maka bagaimana dengan yang di luar dunia pendidikan?


Demikian pula dalam rumah tangga, sangat perlu ditanamkan dan diterapkan prinsip kejujuran yang mulia ini. Betapa menyesalnya orang tua, bila sang anak sudah tidak bisa dipegang kejujurannya lagi? Betapa parahnya keretakan hubungan suami istri, bila keduanya tidak saling menaruh kepercayaan? Jika dalam keluarga saja ketidakjujuran membawa dampak negative yang luar biasa, maka bagaimana lagi dampak yang akan ditimbulkan dalam masyarakat yang lebih luas?

Jujur adalah Tanda Orang Yang Beriman
Sesungguhnya agama islam yang dibawa oleh baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah agama yang menjunjung tinggi prinsip kejujuran. Beliau sendiri adalah seorang yang mendapat gelar Al-amin yang berarti orang yang dapat dipercaya. Karena Beliau melandasi setiap tindakannya diatas prinsip kejujuran. Dalam Al Quran Allah berfirman
“hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (At Taubah : 119)

Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan kepada oprang-orang yang beriman agar orang mereka bertaqwa dan berjalan bersama orang-orang yang jujur. Artinya bahwa jika seseorang itu beriman maka konsekwensinya harus bertaqwa, dan salah satu bentuk taqwa adalah dengan bertindak dengan jujur. Karena kejujuran adalah tanda kesempurnaan iman dan taqwa seseorang kepada Allah.

Lantas bagaimana dengan slogan jawa yang mengatakan “Sopo sing Jujur,Ajur”? benarkah demikian? Mungkin slogan tersebut mengambil dari keadaan yang kebanyakan terjadi sekarang. Di mana sangat sulit menemukan orang yang jujur dan orang yang jujur biasanya kalah walaupun tidak semuanya berakhir demikian. Contoh real yang paling dekat dengan kita misalnya, Banyak siswa dari SD, SMP, SMA bahkan mahasiswa yang masih sering melakukan kecurangan pada saat ujian. Atau contoh lainnya adalah ketika sebagian besar politikus yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaannya sehingga orang-orang yang jujur akan mudah tersingkirkan.

Dilihat dengan sudut pandang akal pendek kita mungkin slogan tersebut memang benar adanya. Tetapi jika kita telusur lebih jauh lagi maka akan berbeda hasilnya. Dan slogan seperti itu juga mengajarkan kita akan sesuatu yang negative, mengapa demikian? Karena orang akan  beranggapan bahwa kejujuran akan membuat kita hancur dan kalah bersaing. Sehingga orang akan lebih memilih untuk meninggalkan prinsip-prinsip kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Bukannya memperbaiki suatu kerusakan malah justru semakin memperparah keadaan.

Setiap yang menabur biji kebaikan pasti ia akan menuai kebaikan dan demikian pula setiap yang menabur biji kejelekan pasti ia akan menuai kejelekan pula. Ini merupakan sunatullah( ketetapan dari Allah) yang sejalan dengan fitrah yang suci. Jujur merupakan amalan yang amat terpuji. Dari sebuah kejujuran maka akan tegak kebenaran, keadilan dan sekian banyak kebaikan di balikna. Hati akan menjadi lebih tenang dan tentram. Karena orang yang jujur itu tidak mengurangi atau menzhalimi hak orang lain. Sehingga menambah keparcayaan dari orang lain.

Cobalah perhatikan, bila seseorang berkata atau bertindak jujur, maka orang lain akan merasa dihormati, diperlakukan adil, tidak dizhallimi atau dikhianati. Sehingga menmbuhkan sikap saling percaya, menambah rajutan ukhuwah dan mahabbah(kasih saying). Namun sebaliknya, dari ketidakjujuran akan menyebabkan terjatuh dalam perbuatan zhalim dan curang yang menyebabkan memudarnyasikap saling percaya bahkan akan timbul kedengkian, permusuhan dan sikap jelek lainnya. Jadi kesimpulannya adalah, jika kita masih bisa bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip kejujuran mengapa kita harus berbuat sesutau yang tidak jujur?

Ingat! Jujur itu mahal, jadi mau jadi orang yang mahal da dihargai orang lain atau menjadi orang yang murahan yang dengan mudahnya diinjak-injak oleh orang lain.? Ya, jawabannya ada pada diri kita sendiri. Rasul aja jujur masa kamu engga.
#AyoJujur #SaveKejujuran #JujurItuIndah #JujurAlaRasulullah

Sumber referensi : Buletin saku Al Ilmu Edisi 01[1435 H]
Semarang, 1 Oktober 2015