Sunday, February 5, 2017

Jangan Remehkan Lisanmu





Di suatu sore ketika saya sedang asyik menulis di kamar tiba-tiba ada sesuatu yang membuat saya kaget karena ada suara keramaian seperti di pasar. Sontak membuat saya langsung keluar rumah untuk melihat keadaan yang sedang terjadi, takutnya ada kejadian yang tidak diinginkan karena banyak ibu-ibu di depan masjid sedang berkerumun. Setelah saya cari tahu ternyata hanyalah kerumunuan ibu-ibu yang sedang melakukan agenda mingguan yaitu yang biasa kita kenal dengan nama ARISAN. Dalam benak saya bergumam, kok bisa-bisanya hanya acara arisan saja ramenya kaya di pasar. Kejadian ini berlangsung cukup lama sekitar setengah jam, sehingga cukup membuat telinga ini kurang nyaman.
Seperti itulah gambaran ketika para perempuan saling bertemu, pasti ada-ada saja yang dibicarakan. Ketimbang laki-laki, perempuan memang lebih suka berbicara. Menurut penelitian yang dilakukan dalam studi di Amerika Serikat yang mengatakan bahwa dalam sehari perempuan dapat mengucapkan  sekitar 20 ribu kata, sementara lelaki hanya 7 ribu kata per hari. Penyebab perbedaan jauh itu karena pada perempuan ada sebuah protein bernama Foxp2 yang jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang yang ada pada laki-laki. Maka tak heran jika perempuan lebih cerewet ketimbang laki-laki. Fakta di atas diperparah dengan kebiasaan ibu-ibu rumah tangga yang ketika ditinggal oleh para suaminya bekerja mereka lebih suka berkumpul dengan ibu-ibu lainnya, sehingga pembicaraan pun semakin sering terjadi.  Coba bandingkan ketika para lelaki saling berkumpul, biasanya mereka berbicara dan bergurau seadanya dengan ditemani kopi ataupun rokok yang ada di sela-sela jarinya (penulis tidak merokok).
Tampak dari Kejauhan: Ibu-ibu ARISAN sedang berkumpul
Lisan merupakan kenikmatan yang Allah berikan kepada hambanya. Lisan merupakan anggota badan yang cukup kecil dibandingkan dengan anggota badan yang lainnya. Namun, lisan dapat membuat pemiliknya masuk ke surga atau bahkan sebaliknya llisan membuat pemiliknya menjadi ahli neraka. Oleh karena itu, kita sebagai seorang muslim sudah seharusnya dapat menjaga lisan kita.

“ Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, hendaklah ia bertutur kata yang baik atau lebih baik diam”
(HR. Bukhari dan Muslim)

            Hadits di atas bukan hanya untuk perempuan lhoo, tapi juga untuk laki-laki. Walaupun perempuan yang lebih banyak berbicara, namun perintah untuk menjaga lisan ditujukan kepada seluruh umat manusia. Bagaimana bisa satu lisan saja jika tidak dijaga dengan baik maka akan dapat menyakiti hati orang lain. Contoh saja kasus yang tengah melanda umat islam di Indonesia. Gara-gara lisan seorang pejabat publik (red: Ahok) yang tidak bisa dijaga dengan baik dapat melukai jutaan umat muslim di dunia, terutama di Indonesia. Sehingga muncullah aksi 411 dan 212 yang begitu luar biasa dapat menyatukan jutaan umat islam Indonesia. Saya pun secara pribadi sangat marah mendengar ucapan Ahok yang menista Al Quran, menisa Islam. Menurut saya, sangat tidak pantas seorang pemimpin yang seharusnya menjadi panutan warganya malah justru berkata yang tidak baik.
            Kita harus ingat bahwa perkataan adalah doa, jika perkataanmu baik maka doamu juga baik dan sebaliknya jika perkataan kita buruk maka itulah doamu. Kita juga harus selalu ingat bahwa malaikat Roqib dan Atid selalu mencatat apa saja yang kita perbuat, termasuk lisan kita. Tidak ada satu kata pun yang tidak mereka catat sebagai amal kita. Namun, di akhirat kelak mulut kita dikunci. Lisan ini tidak bisa bersaksi di hadapan Allah, Lisan ini tidak bisa mengeluarkan perkataan dusta kepada-Nya. Hanya Anggota tubuh lainnya yang dapat bersaksi di Hadapan-Nya dan mempertanggungjawabkan apa saja yang pernah kita perbuat, termasuk ucapan yang keluar dari lisan kita.
Sudah selayaknya kita sebagai manusia berbuat sesuai dengan fitrahnya, yaitu berbuat kebaikan. Gunakanlah lisan kita sebagai sarana berbuat kebaikan, berdoa, berdzikir, bersholawat, membaca Al Quran dan aktivitas positif lainnya. Bukan untuk berbuat kemungkaran, menggunjing, mencaci, memaki, menghina dan sebagainya. Menjaga lisan memang tidak mudah, teruslah berikhtiar untuk berkata baik. Jika tidak bisa berkata baik, diam menjadi pilihan terbaik.

Purwokerto, 5 Februari 2017

Wednesday, December 28, 2016

Mahasiswa Bengal, Makan sambil Jalan dan Buang Sampah Sembarangan



Jurnalikanews- Mahasiswa adalah pelajar atau siswa dengan tingkatan yang paling tinggi dengan gelar kemahaannya. Ada yang mengatakan bahwa mahasiswa adalah agen of change, social control dan iron stock atau bahkan iron man. Dengan gelar yang disandangnya mahasiswa harus bisa memberikan contoh kepada masyarakat, apalagi jika dia adalah mahasiswa yang berasal dari desa yang belum banyak terdapat mahasiswa di situ. Biasanya dia akan menjadi sumber rujukan oleh masyarakat di lingkungannya. Maka, mahasiswa memang harus mempunyai akhlak yang baik agar dia bisa memberikan dampak positif kepada lingkungannya.
Namun tidak semua jalan itu lurus, terdapat tikungan dan persimpangan. Seperti yang saya temui beberapa waktu lalu di kampus tempat saya menimba ilmu. Waktu itu adzan sudah berkumandang, sang imam sedang menunggu jamaah yang sudah berada di dalam masjid maupun yang masih memandangi sepatu mereka di teras masjid. Saya bergegas  menuju masjid berjalan dari lorong kelas yang jaraknya tidak terlalu jauh dari masjid.
Ketika perjalanan menuju masjid itulah saya bertemu dengan mahasiswa “bengal” yang tepat berjalan di depan saya. Mengapa saya sebut dia dengan sebutan mahasiswa Bengal, karena pada saat berjalan itulah dia dengan pedenya membuang sampah plastik tepat di depan saya berjalan padahal tak kurang dari 10 meter dari posisinya terdapat tempat sampah yang sudah disediakan oleh pengelola kampus. saya lihat dari cara dia berjalan, sepertinya dia tidak merasa bersalah sama sekali. Bahkan dia berjalan sambil menikmati makanan yang wadahnya dia buang beberapa detik yang lalu. Dari sikapnya yang cuek terhadap sampah dan tata cara makan yang baik, saya rasa dia pantas kalau saya beri dia predikat mahasiswa Bengal. Saya suka mahasiswa Bengal, tapi mahasiswa Bengal seperti Soekarno yang tidak gentar melawan kolonialisme dan imprealisme, Bengal terhadap ketidakadilan dan Bengal terhadap kebodohan bukan Bengal dan cuek terhadap lingkungan sekitar.
Namun entah mengapa pada saat itu saya tidak langsung berani merespon mahasiswa Bengal itu dengan menegurnya, pikiranku masih terfokus untuk mengejar shaff terdepan di jamaah shalat ashar itu. Semoga di lain kesempatan ketika melihat suatu ke-bengalan lagi, saya bisa bertindak proaktif. Negeri ini membutuhkan orang-orang baik yang mampu berperan dan bertindak aktif. (Aji Prayoga)

Thursday, September 15, 2016

Pacaran Nggak yaa




Kalau kebanyakan orang ditanya “kapan nikah” waktu lebaran atau “kapan nyusul” kalau waktu kondangan, bagi sebagian jomblo itu pertanyaan yang bikin nyesek  sob. Maka hindari pertanyaan seperti itu, dan sebaiknya kita ganti dengan doa “semoga cepat nikah ya sob”, “semoga segera menyusul ya kawan”. Nah kalau seperti ini kan lebih adem di hati, iya kan sob.
Berbeda dengan saya yang jomblo tulen sob, saya kuliah di Semarang sejak 2014 yang lalu. Ketika momen pulang kampung sering sekali saya  diberondong dengan pertanyaan-pertanyaan tentang jodoh dan pacar. Udah punya pacar belum? Pacarnya anak mana? Kapan ngajak pacarmu main kesini? Aji kamu jangan pacaran dulu ya, fokus sama kuliahmu (red: nasihat orang tua). Yang terakhir yang paling jleb di hati, hehe. Ini adalah percakapan terakhir saya dengan bude waktu momen pulkam bulan agustus ini:
Bude        : Aji pacarmu orang mana? Coba bude ingin lihat fotonya
Aji           : Aji nggak mau pacaran bude, mau langsung menikah saja.
Bude        : lhaa nanti nyari pasangannya bagaimana? Ya pacaran dulu baru menikah to ji.
Aji       : Pasangan mah gampang bude, Allah sudah punya cara dan jalanNya sendiri untuk mempertemukan kedua insan yang mau menikah, Jadi tidak usah khawatir tidak ketemu sama jodoh. Lantas pacaran itu memangnya budaya siapa coba? Masa iya belum halal udah pegang-pegangan, udah cium sana sini.
Bude      : Itukan tergantung diri kita ji, makanya harus pintar-pintar ngontrol iman. Asalkan kamu masih bisa ngontrol cara pacaran kamu kan nggak apa apa to?
Aji         : Maka dari itu bude, iman saya kan masih lemah jadi lebih baik menghindari pacaran. Orang yang imanya udah tinggi aja masih tergoda kok, karena setan yang menggoda semakin tinggi juga tingkatnya. Hehe
Bude       : ya sudahlah terserah kamu saja.
Aji          : hehe,, nanti segera saya ajak istri saya kesini bude. :D
Itu dia sedikit percakapan saya dengan bude saya, Kenapa saya lebih memilih menjomblo atau lebih enaknya kata kang Abay menyebutnya dengan Single Lillah, single karena Allah.  Saya memilih tidak pacaran karena  yang pertama saya lebih memilih untuk mempersiapkan diri menjadi orang yang lebih baik tanpa terganggu oleh status saya  yang memiliki hubungan pacaran dengan orang lain. Jodoh itu kan cerminan diri kita sendiri, berarti kalau kita orang baik sama orang baik, kalo kita orang jahat jodohnya orang jahat juga dong, kalo kita sering ke pengajian ya biasanya ketemu jodoh juga di pengajian atau orang yang suka datang kajian, terus kalau kita seringnya nongkrong yang ngga ada manfaatnya kemungkinan jodoh kita juga sering ngelakuin hal yang sama kayak kita. Kalau nggak percaya buka aja deh Al Quran Surah An Nur ayat 26, disitu dijelaskan bahwa wanita yang keji (tidak baik) akan mendapat lelaki yang keji pula dan wanita yang baik akan mendapat lelaki yang baik juga.
Dari firman Allah diatas dapat disimpulkan bahwa kita harus menjadi orang baik terlebih dahulu untuk mendapat pasangan yang baik. Rumusnya sudah paten seperti itu sob jangan nawar-nawar lagi ya. Yang kedua agar saya tidak memiliki riwayat mantan pacar, terus kalau yang udah punya mantan biar riwayat mantannya nggak banyak-banyak amat. Misalkan kalau kita udah berkeluarga dan sedang diterpa badai rumah tangga, maka tidak ada kata mantan yang dilibatkan dalam kasus itu. Bebas mantan juga menghindari kita dari rasa kangen sama mantan kita, bagaimana coba kalau kita sudah menikah dan tiba-tiba ketemu mantan, kangen mantan, atau dihubungi sama mantan. Nanti ujung-ujungnya bakalan keinget sama masa-masa bermesraan dengan sang mantan, bahaya kan kalau sampai terjadi badai yang lebih dahsyat karena simpan menyimpan mantan. segeralah bertobat meminta ampunan dari Allah atas segala dosa.
Yang ketiga,  Pacaran itu hanya mencari kesenangan sob, bukan mencari ketenangan apalagi mencari kepastian masa depan. Pacaran itu biasanya hanya karena dorongan nafsu semata sob, dan sudah tahu kan bahwa nafsu itu dikendalikan oleh syaitan? Makanya kita harus pinter-pinter mengelola nafsu kita sob. Jangan sampai kita diperbudak oleh nafsu.
Dari percakapan saya dengan bude saya, yang perlu diluruskan di sini adalah paradigma masyarakat kita yang sudah tercemar oleh budaya pacaran sebelum menikah. Sebagian orang tua biasanya akan bangga jika anaknya sudah punya pacar, berarti anaknya sudah laku. Bahkan tidak sedikit yang mengizinkan anak perempuanya dibawa oleh laki-laki yang bukan mahram pada malam hari. untuk apa lagi keluar malam dengan orang yang bukan mahram kalau bukan untuk berzina (zina mata, zina kaki, zina tangan, zina kemaluan dsb). Na’udzubillah.
Yuk Sob kita jaga hati, jaga pandangan dan jaga kehormatan kita sebagai manusia yang beradab. Say NO to PACARAN


Semarang, 13 September 2016

Sunday, August 28, 2016

Yakin Nggak Mau Masuk Rohis?


Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang asyiknya jadi anak rohis, yang pasti rohis itu kegiatannya tidak hanya ngaji, pengajian, baca Quran, ngaji lagi dan ngaji lagi. Iya sih ngaji itu sangat penting dan bermanfaat, tapi kalau nggak ada selingannya kan jadi jenuh juga. Nah maka dari itu saya ingin menceritakan kegiatan-kegiatan rohis yang santai dan menyenangkan tanpa harus meninggalkan syariah islam. Yuk intip kegiatannya seperti apa.

1.       Rohis Fun Gathering
Namanya juga fun gathering, kegiatannya  ya ngumpul sambil senang-senang. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk mempererat ukhuwah (red:persaudaraan), biasanya dilakukan dengan diisi outbond, games, makan bareng, olahraga bareng, dan banyak lagi. [Lihat Semarak Family Day]



2.       Memanah
Memanah adalah olahraga yang disukai oleh Rasulullah. selain menyenangkan, memanah juga sangat menantang karena melatih kita untuk focus dan melatih kesabaran. Seperti target yang akan dipanah, kita juga punya target hidup yang membutuhkan focus dan kesabaran dalam menjalaninya. Tapi inget masih ada Allah, jadi selalu sertakan Allah dalam segala hal. Jadi memanah itu selain menyehatkan, melatih focus dan kesabaran juga insyaa Allah dapat pahala lhoo.

3.       Rihlah (Jalan-jalan)
Jalan-jalan sama teman-teman rohis? Selain membuat hati bahagia, jalan-jalan sama teman-teman rohis itu bikin hati tenang. Karena kita akan selalu diingatkan ketika waktu sholat sudah tiba, jadi jangan khawatir  akan ketinggalan sholat. Sholat aja nggak ditinggal, apa lagi kamu eaaaa ^_^
Dalam setiap perjalan selalu ada ibroh atau hikmah yang bisa diambil dan dipelajari, misalnya mentadabburi alam bagaimana keagungan Allah yang dapat menciptakan keindahan alam yang begitu tiada tanding.
4.       Riyadloh (Olahraga Bareng)
Karena kita keluarga makanya sering apa-apa bareng, mulai dari masak bareng, makan bareng, tidur bareng sampai olahraga bareng. Biasanya yang laki-laki lebih suka main futsal sebagai agenda rutinitasnya. tidak jarang juga main dengan rekan UKM lainya sebagai agenda pengerat ukhuwah dengan organisasi lain.
Terus kalau yang perempuan kegiatannya ngapain aja? Perempuan juga harus olahraga, karena muslimah yang kuat lebih baik daripada muslimah yang lemah.  jogging, senam atau main bulu tangkis cocok juga buat perempuan, nah Seru bukan?

5.       SMS Motivasi
Siapa sih yang nggak mau diperhatikan sama orang lain? Apalagi sama dia *ups
Teman teman di rohis biasanya sangat perhatian sama kamu, selalu diingatkan tentang sholat kamu, puasa kamu, sedekah kamu dsb. Kamu akan dikirim sms motivasi satu minggu sekali atau bahkan ada yang lebih. Jadi jangan khawatir jika kita lupa akan ibadah-ibadah kita yang wajib maupun yang sunnah. Mantap kan broo.


6.       Desain Grafis dan Jurnalistik
Jadi anak rohis juga nggak boleh kudet sama teknologi sob, makanya kita dilatih buat pinter membuat desain dengan aplikasi desain grafis seperti corel draw ataupun photo shop. Biar tambah keren ditambah lagi dengan training jurnalistik karena perpaduan antara desain grafis dan jurnalistik adalah sarana kita untuk dapat bermain lebih di dunia media informasi. Kita dapat menguasai dunia dengan media (tulisan, gambar, pers). Tujuannya adalah untuk mempermudah syiar islam ke seluruh penjuru dunia, daripada media kita menyebarkan sesuatu yang kurang mendidik seperti sinetron-sinetron remaja zaman sekarang. Yuk kita kuasai dunia hahaha J.

7.       Bonus “berkumpul dengan orang-orang shalih”
Lebih tepatnya mungkin bukan orang shalih ya, tapi orang yang berusaha menjadi shalih. Bisa berkumpul dengan orang-orang bervisi sama seperti mereka adalah karunia dan nikmat yang sangat special diberikan oleh Allah kepada kita, karena dengan berada di sekeliling mereka akan membuat diri kita memiliki semangat yang minimal sama dengan mereka.

Bagaimana sob, sudah nggak mikir-mikir lagi kan buat masuk Rohis? Kami tunggu ya di keluarga kecil kami

EKSIS FE UNNES Selalu di Hati Sedekat Keluarga

Semarang, 25 Agustus 2016
Aji Prayoga