Wednesday, April 19, 2017

Semua Karena PPB Part 1





            Kisah ini berawal dari sebuah pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh BEM KM UGM. Pelatihan Pemimpin Bangsa atau sering disingkat PPB namanya. Berawal dari PPB inilah saya mengenal kawan-kawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan karakter dan mimpi yang berbeda-beda. Kenangan satu minggu itu masih sangat melekat di hati saya, karena PPB adalah pelatihan tingkat nasional perdana yang saya ikuti. Sekaligus pelatihan yang  mampu mengetuk pintu  kesadaran saya bahwa pemuda itu harus bisa berbuat banyak, pemuda itu harus mampu berkarya sesuai dengan bidangnya masing-masing karena pemuda adalah penerus bangsa. Jangan hanya bisa teriak agen of change, social control, iron stock bahkan iron man jika kita sebagai pemuda tidak bisa berbuat banyak di tengah-tengah masyarakat. Jangan jadi pemuda yang hanya bisa jadi benalu di Negara sendiri, mari kita berkarya.!
          Hal yang sangat berharga yang saya dapatkan dari PPB bukan hanya sekedar materi yang diberikan oleh pemateri kelas nasional seperti Mantan Wapres Boediono, walikota Balikpapan atau tokoh kenamaan lainya, melainkan relasi dan inspirasi-inspirasi yang saya dapatkan dari kawan-kawan peserta maupun dari pemateri. Banyak inspirasi yang bertebaran dalam kegiatan ini, tinggal bagaimana kita dyang memetiknya. Dari sini saya lebh banyak belajar agar lebih peka terhdap lingkungan sekitar kita, sehingga menumbuhkan jiwa sosial saya yang selama ini masih terttup kabut tebal. Itu semua karena kawan-kawan keren yang sebelumnya banyak yang sudah aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
            Berbicara tentang relasi, tentu saja saya mendapatkan kawan-kawan baru dari berbagai daerah  setelah  mengikuti PPB ini. Namun lebih jauh dari itu,dari kawan-kawan saya itulah saya mendapatkan banyak informasi mengenai event-event keren  lainnya. Naluri kompetisi saya pun tumbuh, alhasil saya pun jadi mengenal IYD, LMD, USF, FIM, IILF, SEALS dan event lainnya. Terhitung dari penyelenggaraan PPB pada oktober 2016 hingga sekarang, berbagai event nasional telah saya ikuti, dan itu belum membuat saya merasa cukup karena saya menyadari bahwa diri ini memang masih kecil dan masih harus terus belajar.
Yang paling mengasyikan ketika mengikuti event nasional adalah saya kembali bertemu dengan banyak kawan dan banyak inspirasi. Jangan sampai kelupaan juga, pastinya saya bakalan lebih sering jalan-jalan keluar kota semarang. Asyik bukan, belajar itu memang nggak semua harus dilakukan di dalam kelas. Agar tidak jenuh memang sesekali harus keluar kelas mencari suasana baru. Tapi konsekuensinya saya harus ketinggalan kuliah beberapa hari. Kalau kata aktivis mahasiswa sih nggak masalah sekalian memanfaatkan jatah bolos kuliah. Eh, tapi ini bukan bolos loh ya, ada surat izinnya juga. Jadi aman lah.hihihi
            Event terbaru yang saya ikuti yaitu konferensi internasional SEALS, lagi-lagi karena kawan alumni PPB yang ngasih undangan VIP karena dia sebagai peserta SEALS *thanks banget buat Bang Akbar Mustafir buat tiket VIPnya. Event ini diselenggarakan di gedung MPR/DPR/DPD RI, kesempatan yang sangat langka bagi saya sebagai mahasiswa biasa yang berasal dari desa bisa duduk di gedung yang menjadi tempat kerja para politisi dan pemimpin negeri ini. Mudah mudahan tempat ini kelak akan menjadi tempat kerja saya juga. Aamiin.
            Event ini juga saya manfaatkan untuk reuni dengan kawan-kawan PPB yang juga mengikuti event ini. Kota Jakarta yang super macet dan saya rasa cukup membosankan, namun kebersamaan dengan kawan-kawan PPB di Jakarta cukup ampuh untuk melunturkan kepenatan kota Jakarta. Sore itu setelah keluar dari area gedung DPR kami ber-sebelas menuju kota tua untuk menikmati bangunan klasik khas eropa peninggalan belanda. Cukup rame memang tempat ini, namun sama sekali tidak ada kata jaim disini. Seolah tempat ini hanya ada kami ber-sebelas. Haha. Hujan di sore itu rupanya menjadi bumbu romantika cerita kami, walaupun hujan keceriaan itu tak pudar sama sekali. Masih ada banyak cara untuk mengekspresikan rasa yang ada dalam hati kami masing-masing. Mulai dari nyanyi bareng, tebak lagu, main ABC lima dasar hingga lanjut kata berbahasa inggris, lumayanlah buat nambah vocabulary juga.
            Setelah seharian puas menuntaskan rasa rindu yang lama terpendam, eeaak. Kami pulang menggunakan KRL yang super padat oleh penumpang yang kebanyakan adalah karyawan yang pulang dari tempat kerja. Saya menginap bersama kawan-kawan cowok di indekos seorang kawan anak STTPLN Jakarta yang terletak di rawabuaya, Jakarta Barat. Sebuah kamar kos yang cukup luas dan nyaman untuk istirahat 4 pemuda yang cukup gaje, namun pemuda ini yang nantinya menjadi harapan bangsa ini.

Bersambung......

No comments:

Post a Comment