Kisah
ini berawal dari sebuah pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh BEM KM UGM. Pelatihan
Pemimpin Bangsa atau sering disingkat PPB namanya. Berawal dari PPB inilah saya
mengenal kawan-kawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan
karakter dan mimpi yang berbeda-beda. Kenangan satu minggu itu masih sangat
melekat di hati saya, karena PPB adalah pelatihan tingkat nasional perdana yang
saya ikuti. Sekaligus pelatihan yang mampu
mengetuk pintu kesadaran saya bahwa
pemuda itu harus bisa berbuat banyak, pemuda itu harus mampu berkarya sesuai
dengan bidangnya masing-masing karena pemuda adalah penerus bangsa. Jangan
hanya bisa teriak agen of change, social control, iron stock bahkan iron man
jika kita sebagai pemuda tidak bisa berbuat banyak di tengah-tengah masyarakat.
Jangan jadi pemuda yang hanya bisa jadi benalu di Negara sendiri, mari kita
berkarya.!
Hal yang sangat berharga yang saya
dapatkan dari PPB bukan hanya sekedar materi yang diberikan oleh pemateri kelas
nasional seperti Mantan Wapres Boediono, walikota Balikpapan atau tokoh
kenamaan lainya, melainkan relasi dan inspirasi-inspirasi yang saya dapatkan
dari kawan-kawan peserta maupun dari pemateri. Banyak inspirasi yang bertebaran
dalam kegiatan ini, tinggal bagaimana kita dyang memetiknya. Dari sini saya
lebh banyak belajar agar lebih peka terhdap lingkungan sekitar kita, sehingga
menumbuhkan jiwa sosial saya yang selama ini masih terttup kabut tebal. Itu
semua karena kawan-kawan keren yang sebelumnya banyak yang sudah aktif dalam
berbagai kegiatan sosial.
Berbicara tentang relasi, tentu saja
saya mendapatkan kawan-kawan baru dari berbagai daerah setelah mengikuti PPB ini. Namun lebih jauh dari
itu,dari kawan-kawan saya itulah saya mendapatkan banyak informasi mengenai
event-event keren lainnya. Naluri
kompetisi saya pun tumbuh, alhasil saya pun jadi mengenal IYD, LMD, USF, FIM,
IILF, SEALS dan event lainnya. Terhitung dari penyelenggaraan PPB pada oktober
2016 hingga sekarang, berbagai event nasional telah saya ikuti, dan itu belum
membuat saya merasa cukup karena saya menyadari bahwa diri ini memang masih
kecil dan masih harus terus belajar.
Yang paling mengasyikan ketika mengikuti event
nasional adalah saya kembali bertemu dengan banyak kawan dan banyak inspirasi.
Jangan sampai kelupaan juga, pastinya saya bakalan lebih sering jalan-jalan
keluar kota semarang. Asyik bukan, belajar itu memang nggak semua harus
dilakukan di dalam kelas. Agar tidak jenuh memang sesekali harus keluar kelas
mencari suasana baru. Tapi konsekuensinya saya harus ketinggalan kuliah
beberapa hari. Kalau kata aktivis mahasiswa sih nggak masalah sekalian
memanfaatkan jatah bolos kuliah. Eh, tapi ini bukan bolos loh ya, ada surat
izinnya juga. Jadi aman lah.hihihi
Event terbaru yang saya ikuti yaitu
konferensi internasional SEALS, lagi-lagi karena kawan alumni PPB yang ngasih
undangan VIP karena dia sebagai peserta SEALS *thanks banget buat Bang Akbar
Mustafir buat tiket VIPnya. Event ini diselenggarakan di gedung MPR/DPR/DPD RI,
kesempatan yang sangat langka bagi saya sebagai mahasiswa biasa yang berasal
dari desa bisa duduk di gedung yang menjadi tempat kerja para politisi dan
pemimpin negeri ini. Mudah mudahan tempat ini kelak akan menjadi tempat kerja
saya juga. Aamiin.
Event ini juga saya manfaatkan untuk
reuni dengan kawan-kawan PPB yang juga mengikuti event ini. Kota Jakarta yang
super macet dan saya rasa cukup membosankan, namun kebersamaan dengan
kawan-kawan PPB di Jakarta cukup ampuh untuk melunturkan kepenatan kota
Jakarta. Sore itu setelah keluar dari area gedung DPR kami ber-sebelas menuju
kota tua untuk menikmati bangunan klasik khas eropa peninggalan belanda. Cukup
rame memang tempat ini, namun sama sekali tidak ada kata jaim disini. Seolah
tempat ini hanya ada kami ber-sebelas. Haha. Hujan di sore itu rupanya menjadi
bumbu romantika cerita kami, walaupun hujan keceriaan itu tak pudar sama
sekali. Masih ada banyak cara untuk mengekspresikan rasa yang ada dalam hati
kami masing-masing. Mulai dari nyanyi bareng, tebak lagu, main ABC lima dasar
hingga lanjut kata berbahasa inggris, lumayanlah buat nambah vocabulary juga.
Setelah seharian puas menuntaskan
rasa rindu yang lama terpendam, eeaak. Kami pulang menggunakan KRL yang super
padat oleh penumpang yang kebanyakan adalah karyawan yang pulang dari tempat
kerja. Saya menginap bersama kawan-kawan cowok di indekos seorang kawan anak STTPLN
Jakarta yang terletak di rawabuaya, Jakarta Barat. Sebuah kamar kos yang cukup
luas dan nyaman untuk istirahat 4 pemuda yang cukup gaje, namun pemuda ini yang
nantinya menjadi harapan bangsa ini.
Bersambung......

No comments:
Post a Comment