Monday, February 13, 2017

Nostalgia Gen 90



Sumber : Google
Ayo maju

Mobilku melaju cepat
Dengan membawa impianku
Semangatlah tuk melaju lebih cepat
Esok hari cerah menanti
Disaat rasa cemas datang dan melanda di hati
Terbayang senyuman yang kurindukan
Lets Go bersatu dengan angin
Larilah mimpi-mimpiku

Ku tak akan pernah menyerah winnig run


Temen-temen ada yang tahu ngga itu lirik lagu apa? Yes, kalau ada yang tahu berarti kita seumuran. Bagi anak-anak generasi 90an, ada tontonan yang selalu dinanti-nanti di akhir pekan. Khususnya di hari minggu, tayangan kartun sudah dimulai dari jam 6 pagi hingga jam 12 siang. Anak-anak gen 90 disuguhi tontonan kartun seperti lets and go (Tamiya), captain Tsubasa, crush gear, bayblade, doraemon, ultraman, kamen rider, shincan, ninja hatori, hingga power rangers. Nah yang diatas merupakan lirik lagu opening film Lets And Go atau lebih kita kenal dengan Tamiya, Itu lhoo yang anak SD balapan mobil mini sambil lari-lari dan teriak ayo maju mobilku.
 Saya ingat betul dengan boomingnya film-film kartun asal negeri sakura tak terkecuali di Indonesia. Anak-anak gen 90 pun diboomingkan dengan mainan ala-ala film kartun tersebut. Sebut saja Tamiya, crush gear, bayblade, dan yoyo. Masih ingat kan dulu ketika balapan Tamiya, malah nabrak tembok sehingga bamper dan rollernya patah. Atau ketika main crush gear dan bayblade yang di filmnya terlihat sangat seru dengan tabrakan dan saling adu antar bayblade/crush gear, ketika kita yang main kok gak bisa nabrak-nabrak malah semakin menjauh kayak aku dan dia *eh. Dan ternyata baybladenya juga gak bisa keluar naga? Seru memang, imajinasi anak gen 90 memang luar biasa.
Dari tayangan sebenarnya kita juga bisa petik hikmahnya lho. Misalkan di film Lets And Go, bagaimana pasangan kakak beradik Retsu dan Go yang selalu bersemangat dalam menghadapi setiap turnamen balapan Tamiya. Go yang keras kepala dan kadang ceroboh namun pantang menyerah dan peduli terhadap teman-temanya. Sang kakak Retsu lebih dewasa dan bisa mengayomi sang adik, dia juga sangat teliti dan penuh perhitungan terhadap apa yang ia kerjakan misalnya saat mensetting mobil Tamiya miliknya. Dan ketika mereka bertemu dengan sahabat mereka satu persatu dengan cara yang cukup unik dan menggemaskan namun akhirnya persahabatan mereka sangat solid dengan karakter dan latar belakang yang berbeda-beda, Retsu yang pintar, Go yang pemalas di kelas namun semangat ketika bermain Tamiya, tokichi mikuni sang miliarder yang selalu dikawal bodyguard konyol, jun sang penjaga toko mainan, kakak beradik rio dan jiromaru sang anak gunung, dan Jay yang pendiam namun jago merancang mobil. Itulah persahabatan yang tidak mengenal latar belakang, namun tetap solid dan saling mengerti.
Yap, setidaknya di liburan kali ini ada teman buat menghilangkan penat dan itung-itung bernostalgia dengan film kartun gen 90. Kurang lebihnya ada 30 episode lebih film Lets And Go yang cukup mengobati rinduku dengan film-film kartun yang ngetop pada zamannya. Saya cukup prihatin dengan anak-anak generasi sekarang yang secara tak disadari telah dicekoki film atau sinetron yang sama sekali tidak mendidik, contoh saja kayak sinetron anak jalan yang ngajarin anak buat bikin geng motor, kebut-kebutan di jalanan. Efek negatifnya banyak terjadi loh, salah satunya yang terjadi di jalan kaliurang Yogyakarta, anak smp yang sok-sokan pake motor gede ngebut di jalanan ramai sehingga menabrak motor mahasiswa UII hingga meninggal dunia, dan yang terjadi pada motor si bocah ini adalah motornya terbelah menjadi dua bagian, ngeriii seberapa kenceng tuh motor. Belum lagi efek negative nonton sinetron cinta-cintaan ala remaja, beuuhh sekarang maksiat di kalangan anak-anak atau remaja semakin menjadi jadi saja.
Huh, cukup prihatin ya dengan kondisi generasi kekinian sekarang. Mari kita bantu bikin generasi selanjutnya lebih baik lagi dengan mengontrol tontonan anak-anak kita. Hah kita? Emang gue udah punya anak? Yaudah, anak-anak panjenengan sedoyo dan kerabat, adik, keponakan kita dari bahaya tontonan yang kurang mendidik. Dan satu lagi, saya sangat prihatin juga karena anak sekarang lebih hafal lagu mars perindo dibanding lagu nasional Indonesia. Sudah-sudah cukup, semoga segera lahir anak-anak hebat seperti Laode Musa yang Hafidz 30 Juz atau remaja seperti Wirda Mansur yang Kekinian namun rajin Hafalan Al Quran juga. Aamiin

Semarang, 13 Februari 2017

No comments:

Post a Comment