Sumber : Google Ayo maju
Mobilku melaju cepat
Dengan membawa
impianku
Semangatlah tuk
melaju lebih cepat
Esok hari cerah
menanti
Disaat rasa cemas
datang dan melanda di hati
Terbayang senyuman
yang kurindukan
Lets Go bersatu
dengan angin
Larilah mimpi-mimpiku
Ku tak akan pernah menyerah winnig run
Temen-temen ada
yang tahu ngga itu lirik lagu apa? Yes, kalau ada yang tahu berarti kita
seumuran. Bagi anak-anak generasi 90an, ada tontonan yang selalu dinanti-nanti
di akhir pekan. Khususnya di hari minggu, tayangan kartun sudah dimulai dari
jam 6 pagi hingga jam 12 siang. Anak-anak gen 90 disuguhi tontonan kartun
seperti lets and go (Tamiya), captain Tsubasa, crush gear, bayblade, doraemon,
ultraman, kamen rider, shincan, ninja hatori, hingga power rangers. Nah yang
diatas merupakan lirik lagu opening film Lets And Go atau lebih kita kenal
dengan Tamiya, Itu lhoo yang anak SD balapan mobil mini sambil lari-lari dan
teriak ayo maju mobilku.
Saya ingat betul dengan boomingnya film-film
kartun asal negeri sakura tak terkecuali di Indonesia. Anak-anak gen 90 pun
diboomingkan dengan mainan ala-ala film kartun tersebut. Sebut saja Tamiya,
crush gear, bayblade, dan yoyo. Masih ingat kan dulu ketika balapan Tamiya,
malah nabrak tembok sehingga bamper dan rollernya patah. Atau ketika main crush
gear dan bayblade yang di filmnya terlihat sangat seru dengan tabrakan dan
saling adu antar bayblade/crush gear, ketika kita yang main kok gak bisa
nabrak-nabrak malah semakin menjauh kayak aku dan dia *eh. Dan ternyata
baybladenya juga gak bisa keluar naga? Seru memang, imajinasi anak gen 90
memang luar biasa.
Dari tayangan
sebenarnya kita juga bisa petik hikmahnya lho. Misalkan di film Lets And Go,
bagaimana pasangan kakak beradik Retsu dan Go yang selalu bersemangat dalam
menghadapi setiap turnamen balapan Tamiya. Go yang keras kepala dan kadang
ceroboh namun pantang menyerah dan peduli terhadap teman-temanya. Sang kakak
Retsu lebih dewasa dan bisa mengayomi sang adik, dia juga sangat teliti dan
penuh perhitungan terhadap apa yang ia kerjakan misalnya saat mensetting mobil
Tamiya miliknya. Dan ketika mereka bertemu dengan sahabat mereka satu persatu
dengan cara yang cukup unik dan menggemaskan namun akhirnya persahabatan mereka
sangat solid dengan karakter dan latar belakang yang berbeda-beda, Retsu yang
pintar, Go yang pemalas di kelas namun semangat ketika bermain Tamiya, tokichi
mikuni sang miliarder yang selalu dikawal bodyguard konyol, jun sang penjaga
toko mainan, kakak beradik rio dan jiromaru sang anak gunung, dan Jay yang
pendiam namun jago merancang mobil. Itulah persahabatan yang tidak mengenal
latar belakang, namun tetap solid dan saling mengerti.
Yap, setidaknya
di liburan kali ini ada teman buat menghilangkan penat dan itung-itung
bernostalgia dengan film kartun gen 90. Kurang lebihnya ada 30 episode lebih
film Lets And Go yang cukup mengobati rinduku dengan film-film kartun yang
ngetop pada zamannya. Saya cukup prihatin dengan anak-anak generasi sekarang
yang secara tak disadari telah dicekoki film atau sinetron yang sama sekali
tidak mendidik, contoh saja kayak sinetron anak jalan yang ngajarin anak buat
bikin geng motor, kebut-kebutan di jalanan. Efek negatifnya banyak terjadi loh,
salah satunya yang terjadi di jalan kaliurang Yogyakarta, anak smp yang
sok-sokan pake motor gede ngebut di jalanan ramai sehingga menabrak motor
mahasiswa UII hingga meninggal dunia, dan yang terjadi pada motor si bocah ini
adalah motornya terbelah menjadi dua bagian, ngeriii seberapa kenceng tuh
motor. Belum lagi efek negative nonton sinetron cinta-cintaan ala remaja,
beuuhh sekarang maksiat di kalangan anak-anak atau remaja semakin menjadi jadi
saja.
Huh, cukup
prihatin ya dengan kondisi generasi kekinian sekarang. Mari kita bantu bikin
generasi selanjutnya lebih baik lagi dengan mengontrol tontonan anak-anak kita.
Hah kita? Emang gue udah punya anak? Yaudah, anak-anak panjenengan sedoyo dan
kerabat, adik, keponakan kita dari bahaya tontonan yang kurang mendidik. Dan
satu lagi, saya sangat prihatin juga karena anak sekarang lebih hafal lagu mars
perindo dibanding lagu nasional Indonesia. Sudah-sudah cukup, semoga segera
lahir anak-anak hebat seperti Laode Musa yang Hafidz 30 Juz atau remaja seperti
Wirda Mansur yang Kekinian namun rajin Hafalan Al Quran juga. Aamiin
Semarang, 13 Februari 2017

No comments:
Post a Comment